Jumat, 16 Desember 2011

Nightmare

Setengah satu pagi aku terbangun, terkejut, langsung menagis dan istigfar sebanyak-banyaknya sambil memeluk suamiku erat-erat. Si Aa juga kaget langsung menyuruhku istigfar sebanyak-banyaknya. Perasaan di dalam mimpi itu sudah berminggu-minggu, tapi ternyata aku tidur baru setengah jam. Mimpinya terasanya nyata. Menyeramkan. Menakutkan. Membuatku gila dan depresi di dalam mimpi itu. Di dalam mimpi itu aku menangisi suatu hal yang ngga bisa aku ceritakan di sini. Ahh , alhamdulillah hanya mimpi. Setelah beberapa menit menangis dan istigfar, lalu aku memeluk Lauri ku. Mimpi itu sangat menakutkan. Sampai-sampai ngga bisa aku menuliskannya di sini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar