Rabu, 28 November 2012
After Resign
Selasa, 18 September 2012
Lauri "Lolie" Alana 15 Bulan
![]() |
| Usia kandungan kurang lebih 4 bulan |
| Sudah masuk 9 bulan |
![]() |
| 2 hari sebelum melahirkan |
Malamnya demam ku sedikit berkurang, pukul setengah 3 pagi tanggal 17 Juni 2011 aku mulai merasakan mulas pertama. Masih santai awalnya karena yang aku rasakan masih mulas ringan. Aku membayangkan seandai nya ini akan melahirkan normal aku akan merasakan mulas seperti itu selama 13 jam. Aku harus bisa melewatinya.
Alhamdulillah, aku merasakan tidak ada demam atau sakit apapun lagi selain sakit merasakan mulas ini. Pagi harinya aku minta dibelikan air kelapa hijau. Ya, aku rutin meminum air kelapa hijau sejak aku mengetahui kehamilanku. Aku mulai merasakan mulas hebat pukul 9-an. Setiap setengah jam mulai mulas hebat datang. Setiap setengah jam aku ada rasa takut kesakitan menahan mulas itu.
Tapi itu tidak mengurangi keberanianku, melihat dan menghitung jam kalau 13 jam berarti kurang lebih aku akan melahirkan pukul setengah 3 sore. Oooh, rasanya memang berat melihat dan menghitung jam, masih lama.
Aku memang belum di antar ke klinik bidan tempatku memeriksakan kandungan. karena aku tidak ingin merasakan mulas di sana tanpa ada keluarga yang menemani. Aku ingin tetap nyaman berada di rumah selama menahan rasa mulas, sampai waktunya tiba.
Pukul setengah 12 mulai merasakan mulas 5 menit sekali. Oh aku ngga bisa menjelaskan bagaimana rasa sakitnya. Aku pikir, rasanya sama seperti saat menstruasi hari pertama, memang aku sering merasakan sakit yang hebat jika menstruasi di hari pertama. Tapi ternyata ini jauh lebih "hebat" rasanya. Setiap saat aku berdoa berdzikir minta diberikan kemudahan dalam persalinan.
Selepas sholat Jumat suamiku mengantarku ke bidan tempatku akan melahirkan. Adikku yang mengantar dengan mobil. Untungnya bidannya sudah ada di tempat. Dia begitu santai. Berusaha agar aku tidak ada perasaan takut sama sekali.
Tau ngga, bidanku ini membantu ku melahirkan hanya seorang diri. Bisa dibayangkan ?? Aku sendiri tidak bisa membayangkan kehebatannya menangani ku hanya seorang diri. Beberapa saat kemudian ibuku menyusulku. Ibu dan suamiku yang menemaniku melahirkan. Tiap menit berlalu sambil menahan sakit, sementara bidan dengan santai dan mengajakku mengobrol santai. Dia sama sekali tidak terlihat kerepotan. Benar apa kata temanku yang sudah beberapa kali melahirkan ditempat ini. Dia itu bidan yang sabar dan sangat cekatan. Masih mengobrol santai bahkan di menit di detik ku mulai merasakn mulas terhebat dia masih mengajakku berbicara. Aku pikir, lagi sakit ngga keruan seperti ini masih saja aku terus diajak bicara walau sampai aku mulai "ngeden" pun dia tetap santai. " Coba ya, kamu pasti bisa. Santai saja bayangkan coba hal hal yang indah". Aku hampir tidak bisa membayangkan apa-apa kala itu. Yang ada dalam bayanganku adalah, Ya Allah jika aku mati disini, masukkan aku dalam tempat terindahmu. Sempat terbersit kalimat doa seperti itu. Ternyata benar, ini adalah perjuangan hidup dan mati. Benar-benar kematian sudah di depan mata. Tapi aku harus berani dan kuat, bayangan seorang bayi mungil perempuan cantik ada di depan matalah yang membuatku kuat.
"Kalau terasa mulas lagi, miringkan badan ke sini (kanan)", bidan mulai memberikan aba-aba sambil membantu ku memiringkan badan ke kiri. Aku hampir tidak kuat, sudah terasa lelah yang sangat karena sudah hampir satu jam aku disini menahan sakit. Bidan menyuruhku supaya jangan mengejan sebelum ada perintahnya, "Tapi bu, ini mau ngeden" kata ku tak tahan ingin terus mengejan. Bagaimanapula, ingin mengejan tapi disuruh jangan dulu. "Nanti kalau kamu ngeden sekarang, kamu kehabisa tenaga, sebentar lagi ya tahan".
Okay, walau sakitnya (tidak bisa dijelaskan) aku tetap mengikuti instruksi nya. Suami dan ibuku ada di sebelahku memberi semangat.
(Aku sampai menangis mengingat momen itu)
Sampai waktunya tiba, aku mengumpulkan energiku semaksimal mungkin. Tepat pukul 14.20, "Wah, nona cantik" celetuk bidan. Aku lega. Aku sukses. Alhamdulillah. Benar-benar plong sedetik sebelumnya rasa nya sakit hebat, setelah si baby keluar tidak ada rasa sakit mulas hebat seperti sebelumnya. Benar-benar unmik Aku tidak tau apa aku diberi obat pengurang rasa sakit atau tidak, yang pasti aku merasakan sakit terhebat dalam diriku tapi sakit terindah dalam hidupku juga. :)
to be continued...
Lauri 1 bulan
Lauri 2 bulan
![]() |
| Uti Loliena :) |
Lauri 6 bulan
![]() |
| Lolie takut sama kucing, sama kaya ibun nya. lolie suka buah Kersen (ceri-cerian). |
Senin, 18 Juni 2012
Happy Birthday My Lauri
Rabu, 11 Januari 2012
Lauri's Sheep Doll
![]() |
| sumber foto : google |
![]() |
| sumber foto : google |
Dan akhirnya dijadikan guling sama Lauri-ku.
Rabu, 21 Desember 2011
Mainan Baru : Keranjang Baju
Jumat, 18 November 2011
My Lauri Little Hand
Kamis, 17 November 2011
Happy 5 Month My Dear Lauri Alana Nur Raaniyah
Senin, 14 November 2011
Perkembangan Lauri
Kamis, 10 November 2011
Lauri Maunya Berdiri

Ngga terasa Lauri ku a.k.a Lolie udah hampir 5 bulan. Dari kemarin pengen cerita detail awal hamil, melahirkan, pasca melahirkan, tapi sampai sekarang ga terwujud. Karena unsur males itu deh.
Udah keburu Lolie ku gede gini, masa masih cerita yang udah lewat. Now, i just want to share about Lolie's growth. Sebenarnya agak agak takut juga sampe umur 4 bulan lebih Lolie belum mau tengkurep sendiri. Tapi anehnya dia mau nya di berdiriin. Kalau lagi dipangku maunya merosot minta di berdiriin. Ada yang aneh ngga sih. Setelah konsultasi sama bidan, katanya sih ngga papa. Bahkan ada juga yang katanya ga pake merangkak, tau-tau jalan. Alhamdulillah sih Lolie ngga pernah sakit yang aneh-aneh. Paling cuma flu aja. Karena emang lagi musim nya. Jadi itu termasuk perkembangan kah? ngga mau tengkurep tapi maunya berdiri?
Jumat, 14 Oktober 2011
I love you more than everything








































